Tampilkan postingan dengan label Rohani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rohani. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Mei 2023

SETIAP MANUSIA ITU INDEPENDEN DALAM MENENTUKAN SIKAP DAN PILIHANNYA


SETIAP MANUSIA ITU INDEPENDEN DALAM MENENTUKAN SIKAP DAN PILIHANNYA

Penulis : Andi Salim
07/05/2023

Istilah teologi yang merupakan keilmuan menyangkut ketuhanan, walau istilah ini tidak begitu populer dikalangan umat Islam, sebab islam mempunyai istilah sendiri dalam hal ilmu ketuhanan itu yaitu ilmu tauhid, atau didapatnya istilah lain yang menyebutkan berbagai macam nama Tuhan dari berbagai keyakinan sehingga memiliki perbedaan tata cara dan aturan dalam melakukan penyembahan terhadap Tuhannya. Banyak di antara kita sering mengaku sudah mengenal Tuhan, namun tanpa disadari kita sering lengah dan tidak memahami untuk apa kita diciptakan dan siapa tuhan sesungguhnya.

Sehingga acapkali kita malah mendekatinya hanya menggunakan kekuatan intelektual semata, dan tidak mengasah pendekatan itu melalui unsur spiritual sebagaimana mestinya. Tuhan mengenalkan tatacara bagi manusia untuk dapat menyembahnya, maka bagi setiap keyakinan diajarkannya tatacara dan hukum untuk digunakan sebagai ketentuan yang harus dipatuhi dan sekaligus sebagai sarana bagi umat manusia agar bisa mendekatkan diri serta memenuhi aspek kejiwaannya secara baik. Dari cara inilah manusia akan menyesuaikan hati dan perbuatan, serta ucapannya untuk selaras dengan keinginan Tuhannya.

Namun sejauh ini masih saja terjadi antara perbuatan dan prilaku serta ucapan yang tidak singkron bahkan cenderung bertolak belakang dari apa yang menjadi keyakinannya. Kesadaran untuk menyesuaikan diri terhadap perintah dan larangan serta gangguan syetan yang selalu menerkam, tentu menjadi dampak tersendiri dalam proses perjalanan umat manusia. Manusia bahkan semakin sering menuruti hawa nafsunya sehingga cenderung kepada perbuatan yang melampaui batas untuk melampiaskan nafsu seksual, mencuri atau korupsi, serta menyakiti dan melakukan pembunuhan atau hal lainnya.

Agama hanya dijadikan tekstual semata, bukan pada konteks untuk disesuaikan pada prinsip dan prilaku dalam menuntun dan mengendalikan diri sehingga menjadi guidance bagi kehidupan yang dijalaninya. Jika demikian, maka sulit bagi seseorang untuk mendapati dirinya yang sesuai dengan perintah dan larangan Tuhan, sebab tidak tertanamnya pemahaman yang utuh bagaimana Tuhan itu berkehendak, menetapkan dan melakukan tindakannya sebagai pencipta alam semesta dan maha mengatur segalanya. Walau pada diri manusia itu dibebaskan untuk memilih apakah menginginkan surga atau neraka sekalipun.

Bahkan ada sebagian orang yang berkhayal atau berhalusinasi bahwa Tuhan akan memaklumi dirinya yang terjebak pada kekeliruan dan kesalahan dalam memilih dan menentukan prilakunya. Hal ini sama sekali tidak beralasan dan semakin jauh pada kesesatan, sebab dibalik maha kasih sayangnya yang diharapkan manusia, Tuhan pun memiliki sifat kekejaman yang tiada taranya dari perbandingan apapun didunia ini, oleh karenanya dia menciptakan api neraka sebagai sikapnya yang tegas setelah berbagai hidayah yang diturunkannya sebagai ajakan, dan peringatan yang berulangkali diberikannya pula.

Tidak ada kata friendly dalam konteks antara Tuhan dan manusia untuk dijadikan alasan permakluman dari kesalahan, atau menukarkannya dengan perbuatan lain agar mengurangi atau meringankan hukuman dari ketentuan yang telah ditetapkannya. Hanya manusia yang sok paham dan mengerti bahwa kejahatan dan perbuatan salah dapat ditangguhkan atau dirubah begitu saja. Walau pada konteks itu Tuhan pun memberikan kelonggaran bagi siapapun untuk bertaubat, akan tetapi masih terdapat syarat-syarat untuk memenuhi ampunannya, sebab dia pun menguasai setiap hati manusia dari kepura-puraan dan rasa takut yang semu.

Sejatinya pertobatan adalah aktivitas meninjau atau menelaah tindakan-tindakan yang pernah diperbuat atau menyesali kesalahan-kesalahan pada masa lampau, yang disertai dengan komitmen sungguh-sungguh untuk merubah diri menjadi lebih baik. Kesalahan dan dosa memang tempatnya manusia, didalam ajaran islam, selalu ada Allah Yang Maha Pengampun dari setiap dosa yang dilakukan dan Tuhan pun senantiasa menanti pertaubatan dari semua hamba-Nya. Maka tetaplah berkhusnudzan akan kebaikan dan rahmatnya, sehingga Tuhan sendiri yang akan mengalihkan murka-Nya. Allahu a’lam, semoga demikian harapan kita semua.

Selasa, 30 Mei 2023

PRINSIP HIDUP ITU MEMERLUKAN LANDASAN KEBENARAN DALAM PENERAPANNYA


PRINSIP HIDUP ITU MEMERLUKAN LANDASAN KEBENARAN DALAM PENERAPANNYA

Penulis : Andi Salim
13/05/2023

Setiap orang memiliki prinsip, tentu prinsip itu dijadikan panduan guna menjalani hidupnya, sebab hal itu menjadi pegangan untuk menerima konsekwensi baik terhadap dampak positif mau pun negatif dari perjalanan hidup yang diarunginya. Posisi orang yang memiliki prinsip hidup akan menjadi petunjuk jalan dan Pelita penerang bagi segala persoalan yang dihadapi.

Prinsip hidup harus merujuk pada kebenaran yang memiliki persesuaian antara pengetahuan dan objek tertentu yang bisa juga diartikan suatu pendapat atau perbuatan seseorang yang sesuai dengan daya serap atau daya tolak seseorang serta tidak merugikan diri sendiri. Oleh karenanya prinsip hidup pun banyak diperdebatkan baik oleh kawan mau pun lawan ketika hal itu diterapkan.

Dari fungsinya, pengetahuan dibagi menjadi tiga kategori umum, yakni: ~Pengetahuan tentang yang baik dan yang buruk atau yang disebut juga dengan etika / agama.
~Pengetahuan tentang indah dan yang tidak indah atau yang disebut dengan estetika / seni.
~Pengetahuan tentang yang benar dan yang salah atau yang disebut dengan logika/ilmu.

Sehingga, Ilmu pengetahuan sebagai pijakan prinsip hidup merupakan suatu Pengantar yang pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita butuhkan untuk mengetahui tentang objek tertentu, termasuk di dalamnya adalah kaidah kebenaran itu sendiri. Dengan demikian ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia di samping berbagai pengetahuan lainnya.

KEBENARAN ILMIAH
Kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah. Kebenaran ilmiah ini dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis, koresponden, koheren.
~Kebenaran Pragmatis: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila memiliki kegunaan/manfaat praktis dan bersifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari.
~Kebenaran Koresponden: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila materi pengetahuan yang terkandung didalamnya berhubungan atau memiliki korespondensi dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
~Kebenaran Koheren: Sesuatu (pernyataan) dianggap benar apabila konsisten dan memiliki koherensi dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

NON-ILMIAH
Kebenaran yang diasumsikan kedalam faktor-faktor non-ilmiah. Beberapa diantaranya adalah:
~Kebenaran Agama dan Wahyu: Kebenaran mutlak dan asasi dari Allah dan Rasulnya. Beberapa hal masih bisa dinalar dengan panca indra manusia, tapi sebagian hal lain tidak.
~Kebenaran Intuitif: Kebenaran yang didapat dari proses luar sadar tanpa menggunakan penalaran dan proses berpikir.

FILSAFAT
Kebenaran filsafat ini memiliki proses penemuan dan pengujian kebenaran yang unik dan dibagi dalam dualisme kelompok, misal mengakui kebenaran realisme dan naturalisme sekaligus.
~Realisme: Mempercayai sesuatu yang ada di dalam dirinya sendiri dan sesuatu yang pada hakekatnya tidak terpengaruh oleh seseorang.
~Naturalisme: Sesuatu yang bersifat alami memiliki makna, yaitu bukti berlakunya hukum alam dan terjadi menurut kodratnya sendiri.

Dari paparan ini, bukankah semestinya segala prinsip hidup itu harus memenuhi unsur sebagaimana yang telah disebutkan diatas. Maka semestinya bagi siapa pun untuk tidak menutup diri dari pengetahuan guna memenuhi aspek fundamental berfikir menuju kecerdasan dan tidak menutup mata pada segala informasi demi kwalitas kebenaran yang diperoleh untuk terus memperbaiki diri sendiri serta membantu orang lain.Hal ini menjadi penting, sebab upaya untuk meningkatkan kwalitas hidup dan mencapai kesejahteraan serta kedamaian yang berpijak pada sumber-sumber ilmu pengetahuan dari mana pun asalnya.

Tentu faktor ini tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Oleh karena pengetahuan agama hanya satu angle dari banyaknya sudut yang harus digenapi baik mengenai tinjauannya atau pun derajat pemahaman yang lebih komprehensive untuk melengkapi skala berfikir yang dibutuhkan. Sehingga, pada akhirnya kita dapat mendudukkan objek atau memperoleh status benar dan salah dari perspektif yang luas dan memiliki unsur pijakan yang kuat pula, untuk menjadi pegangan atau dikemukakan pada orang lain.

Semoga bermanfaat

Kamis, 23 Februari 2023

MELALUI PERAYAAN ISRA MI'RAJ MARI JADIKAN GENERASI DIGITAL ISLAM YANG TANGGUH

TOLERANSI INDONESIA
19/02/2023

MELALUI PERAYAAN ISRA MI'RAJ MARI JADIKAN GENERASI DIGITAL ISLAM YANG TANGGUH
Penulis : Andi Salim
Perubahan jaman dari Era digital yang saat ini berkembang adalah suatu masa yang sudah mengalami pertumbuhan dalam segala aspek kehidupan yang menjadi segala sesuatu menjadi mudah. Perkembangan era modern ini juga terus berjalan tanpa bisa dihentikan dibalik keberadaannya yang sedikit mengkhawatirkan, namun sebenarnya masyarakat sendiri yang meminta dan menuntut agar segala sesuatunya menjadi lebih praktis dan efisien.
Akan tetapi tentu ada dampak negatif yang akan diterima khususnya dari begitu mudahnya akses untuk mendapatkan sesuatu baik informasi atau barang yang tersedia secara praktis tersebut. Dampak negatif yang bisa terjadi dalam perkembangan teknologi komunikasi. Kemajuan teknologi komunikasi yang ada sekarang justru menurunkan semangat juang bagi sebagian orang. Karena segalanya terasa begitu terbuka, apalagi terdapat fitur yang kurang pantas untuk dikonsumsi anak-anak.
Walau ada filter untuk memproteksi guna menghalangi akses anak-anak guna mwngkonsumsinya, namun terdapat pihak lain yang juga menyediakan fitur lain yang menerjang untuk memperoleh akses yang menuju kearah sana. Tentu saja hal ini mencemaskan para orang tua, disisi lain hal itu dikhawatirkan meningkatnya kasus pemerkosaan dan penyimpangan seksual serta penipuan yang semakin berkembang diberbagai daerah dengan sasaran remaja sebagai objeknya.
Namun objektifitas era digital saat ini bukanlah sekedar menghitung dampak negatifnya saja, sebab iklim persaingan juga merupakan bagian dari wujud kehadirannya pada masa ini, dimana ketidak mampuan mengakses dan menjangkau informasi yang luas adalah bagian persoalan terpenting yang harus diselesaikan pula. Apalagi banyak dari generasi muda kita yang mengalami kemajuan secara individu justru dengan mengakses teknology dan memanfaatkan kemudahan fasilitas yang tersedia sebagai cara memperoleh usaha baru serta berhasil dibidangnya.
Dunia Islam perlu merespon ini secara cepat dan terukur, jika tidak, maka generasi muda Islam akan tenggelam pada kelamnya pengaruh negatif yang akan menelannya secara massal oleh karenanya kegiatan syi'ar yang manual dan terkesan usang serta lemot itu harus segera di upgrade dan dirubah demi adjusment era dari jaman yang mengalami perubahan yang cepat dan pesat ini. Sehingga forum dakwah yang semula mengandalkan informasi dari sepihak, kini menjadi interaktif dan pembahasannya yang komprehensive pula tentunya.
Sebab jika pola dakwah yang dahulu tidak mudah untuk memperoleh perbandingan informasi dan pengetahuan dari wawasan para pendakwahnya, maka kini hal itu menjadi suasana yang terkompetisi untuk ditelanjangi dan terbuka secara publik, sehingga apabila kemampuan pendakwahnya tidak segera di upgrade, akan mudah terbaca dan ditangkap sebagai kelemahan bagi generasi muda yang kritis hal itu dikarenakan mereka dipersenjatai tekhnologi yang sangat mapan pada generasinya.

Tujuan penulis tidak lain adalah demi merespon demikian pentingnya akselerasi dan penyesuaian pada iklim digital yang berkembang saat ini, semoga peringatan Isra mi'raj kali ini membawa harapan bagi generasi Islam Indonesia yang berkemajuan dan landing pada suasana globalisasi yang menuntut eksistensi dan modernitas yang terus mengalami perubahan. Selamat merayakan Isra mi'raj, semoga Allah SWT merahmati kita semua. Aamiin.

KTT G20 DIBEBANI OLEH KONFLIK PERANG RUSIA VERSUS UKRAINA

7/04/2022

KTT G20 DIBEBANI OLEH KONFLIK PERANG RUSIA VERSUS UKRAINA

Penulis : Andi Salim
Politik luar negeri indonesia yang bebas dan aktif kini diuji oleh berbagai persoalan dunia, bahkan tak jarang ada saja pihak luar negeri yang seolah-olah masih menganggap bahwa sikap politik yang demikian dianggap sebagai lips service semata. Artinya, politik luar negeri indonesia dapat saja bergeser-geser jika dikaitkan dengan kepentingan tertentu bagi keuntungan yang akan ditawarkan kepada indonesia, termasuk dapat pula ditekan-tekan oleh kondisi tertentu jika hal itu berhubungan dengan sisi ekonomi dan politik demi peluang yang akan didapat Indonesia nantinya.
Terpilihnya Indonesia dalam memimpin Presidensi KTT G20 bukanlah dimaksudkan untuk mendukung salah satu pihak, apalagi terkait dengan konflik rumah tangga negara lain, sebagaimana yang terjadi antara Rusia versus Ukraina. Sebab pada kata "Recover together, recover stronger”, yang merupakan tema Presidensi G20 Indonesia tahun 2022. Dimana tema tersebut bisa dimaknai untuk mengajak seluruh dunia agar bahu-membahu, saling mendukung untuk pulih bersama serta tumbuh lebih kuat dan susteinable / berkelanjutan dalam berbagai aspek secara bersama pula.
Tepatnya, tidak ada kata untuk menjadikan ruang KTT G20 tersebut sebagai forum dukung-mendukung dalam mencari solusi konflik yang terjadi antara satu negara dengan negara lain agar diselesaikan di dalam forum perundingan tingkat tinggi yang akan berlangsung di Bali nanti. Sebab forum KTT G20 adalah bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif. Bukan sebagaimana yang di inginkan oleh pemerintah AS dari buntunya solusi konflik Rusia dan Ukraina dari sidang-sidang PBB yang tersedia, sebagai tujuan dari forum tersebut yang semestinya dituntaskan disana.
Pihak Amerika serikat sungguh tidak pernah belajar bagaimana mereka secara perlahan-lahan ditinggalkan oleh negara-negara lain, termasuk dominasi mata uangnya yang secara transaksi keuangan internasional menjadi syarat bagi hilir mudiknya USD tersebut bagi semua negara didunia. Apalagi sebutan negara Adidaya itu pun telah bergeser oleh kepemilikan senjata nuklir atas negara-negara lain yang tidak lagi mau di dikte oleh pihak mereka, dimana beberapa negara pun memproduksi senjata pemusnah massal yang sewaktu-waktu akan digunakan untuk melindungi diri bila mendapat tekanan sebagaimana yang dialami oleh negara lain sebut saja Iraq salah satunya.
Terdapat banyak negara dengan kepemilikan persenjataan Nuklir diantaranya, Rusia, Korut, India, China, Iran dan pakistan, serta beberapa negara lainnya, dimana mereka tidak lagi mau tunduk pada politik Amerika serikat yang sarat dengan tekanan, propaganda dan intrik politik terhadap negara lain. Bahkan Indonesia pun pernah menjadi korbannya, ketika pak harto dianggap sebagai corong antek asing dimana negara yang dimaksud adalah Amerika Serikat tentunya. Maka tak heran jika tahun 1998 kondisi Indonesia praktis luluh lantak oleh krisis moneter yang melanda disemua sektor negara.
Peran politik Amerika yang dirasakan curang dan hanya mementingkan dirinya sendiri tentu lambat laun sudah dipahami banyak pihak, sehingga politik hubungan keseimbangan merupakan hal yang mutlak bahkan menjadi kegandrungan diberbagai kawasan dunia, agar negara-negara diluar NATO mereposisi peranannya. Sehingga tidak heran jika kita mendengar betapa sulitnya kedaulatan ekonomi dan keleluasaan mengolah resources energi kita untuk diberdayakan. Bahkan beberapa saat lalu, jokowi pun mengambil terobosan untuk memuluskan eksport kelapa sawit yang dianggap bermasalah oleh karena isu alih fungsi lahan yang mengganggu paru-paru dunia.
Hal itu tentu didasari pada peranan Indonesia yang terlihat menjaga jarak dengan negara-negara lain terutama Amerika Serikat. Walau dibalik itu, mereka acapkali mengedepankan ancaman Embargo ekonomi sebagai satu-satunya senjata politik dari kelompok persekutuan NATO yang dianggap menakutkan bagi negara-negara lain. Ketergantungan pada eksport terhadap Eropa dan Amerika bukanlah satu-satunya cara memakmurkan sebuah negara. Bahkan ketergantungan itu disinyalir melemahkan posisi negara tersebut untuk bersikap netral dan berani dalam menyampaikan sikap, pandangan serta kedaulatannya.
Jika Amerika dan sekutu NATO tidak merubah sikap politik dan ekonominya, tentu semua pihak pun akan mengikuti jejak Indonesia, bahwa unsur Kedaulatan negara yang bebas berekspresi dan berkehendak pada koridor internasional dalam menentukan nasib bangsanya sendiri akan dipertahankan dan dipertaruhkan demi citra serta tujuan dari masing-masing negara berdaulat tersebut. Apalagi terhadap negara-negara yang terpaut pada sejarah penjajahan masa lalu, semestinya mereka sadar diri untuk lebih bersikap lunak dan tahu diri betapa terlukanya bangsa indonesia saat itu. Dimana hak azasi bangsa kita begitu mudahnya mereka abaikan.

Permohonan maaf yang disampaikan oleh pemerintah Belanda kepada Indonesia bukan berarti perbutan mereka begitu mudahnya untuk diampuni atas kesewenangannya di masa lalu. Namun hal itu tentu akan kita kaitkan seberapa jauh rasa bersalah tersebut yang mereka nampakkan sebagai dukungan moral bagi upaya indonesia dikancah Internasional kedepan. Termasuk Negara-negara lain, apakah mereka tidak menyadari, bahwa setiap kebijakan negara itu tentu diamati, dicermati serta di evaluasi, apakah perlu mendekatkan diri terhadap negaranya, atau malah menjauhi karena bersikap mementingkan negaranya sendiri serta kelompoknya saja.

Rabu, 22 Februari 2023

KETIKA PEMAHAMAN AGAMA TIDAK BERSANDARKAN PADA DALIL AKAL YANG SEHAT

25/02/2022

KETIKA PEMAHAMAN AGAMA TIDAK BERSANDARKAN PADA DALIL AKAL YANG SEHAT
Penulis : Andi Salim

Agama adalah sistem yang mengatur kepercayaan serta peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta tata kaidah yang berhubungan dengan budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan kehidupan. Sehingga agama diturunkan oleh Tuhan semata-mata untuk memerdekakan manusia. Sehingga keberadaan agama itu ditujukan untuk manusia sebagai anugerah dari Tuhan yang Maha Kuasa. Dengan demikian umat manusia harus menyadari bahwa agama dan kekuatan agama merupakan suatu komunitas dan menjadi realitas, baik di Indonesia maupun dibelahan dunia manapun.

Agama dan spiritualitas merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Ritual di dalamnya diajarkan secara turun-temurun dalam beragam kebudayaan. Selain sebagai sarana untuk mengingat Sang Pencipta dan mendekatkan diri kepada-Nya, agama juga ternyata punya manfaat, bahkan dalam penelitian ditemukan bahwa orang yang memiliki keyakinan atau agama tertentu dan menjalaninya dengan baik cenderung berpola pikir positif atau optimis serta punya lebih banyak teman, dan lebih dekat dengan keluarga. Sehingga dengan menghadiri acara keagamaan, seseorang juga akan merasa menjadi bagian dalam suatu kelompok dan berinteraksi dengan umat yang seiman.

Terdapat enam agama yang diakui di Indonesia yakni Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Keenam agama itu memiliki kitab suci masing-masing yang memuat ajaran-ajaran tentang panduan kehidupan umat beragama dalam menjalani hidup. Inti dari ajaran agama tersebut adalah agar semua umatnya dapat mewujudkan ketaatan atas segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangannya. Isi pokok suatu ajaran agama yang tertulis dalam kitab suci biasanya berkisar tentang Ketuhanan, Hukum, tatacara beribadah, hubungan sosial antar manusia dan mahluk lainnya, serta sejarah atau hikayat manusia atau kejadian sebelumnya.

Dalam konteks memahami agama islam, terdapat dua panduan untuk dijadikan pegangan terhadap rujukkannya, pertama adalah dalil Naqli yang bersumber dari Al Quran maupun As Sunnah, yang memuat tentang kekuasaan Allah atas penciptaan alam semesta ini serta hal-hal lainnya yang terdapat didalamnya. Sedangkan yang kedua adalah dalil Aqli yang merupakan dalil-dalil bersumber dari akal manusia yang cenderung bersifat ilmu pengetahuan untuk mengungkapkan kebenaran itu melalui akal pikiran manusia yang objektif serta tidak dipengaruhi oleh keinginan, ambisi, atau kebencian dan emosi terhadap sesuatu hal dalam mengungkap sesuatu, baik yang tersurat mau pun yang tersirat.

Pada akhirnya dalil Aqli itu akan berkesesuaian dengan dalil Naqli dalam pengungkapan kebenarannya, seperti pada kata "Wasy-syamsu tajrii limustaqarrin lahaa" Artinya: Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Hal ini terdapat pada dalil Naqli, sehingga melalui saint dan technology, manusia dapat mengetahui hal itu yang memang terbukti bahwa fakta tersebut benar adanya, yang mana pengungkapannya tentu diupayakan oleh akal manusia dengan menggunakan pengetahuan untuk mendudukkan dalil Aqlinya secara benar. Namun memahami kitab suci tidak boleh secara sendiri-sendiri dan memerlukan para ahli yang mampu menafsirkan Al Qur'an tersebut secara komprehensive.

Belakangan ini timbul penafsir ayat-ayat yang secara langsung ditujukan untuk sengaja membenturkannya dengan budaya dan kesenian ditengah masyarakat, bahwa bangsa ini telah terikat tradisi dan etos dari sejak NKRI ini masih belum terbentuk, bahkan jauh sebelum segala penjajahan itu datang, bangsa indonesia pun telah memilikinya yang diwariskan secara turun temurun hingga para wali songo pun ikut merawat dan melestarikan budaya dan seni tersebut tanpa menyentuh dan menekan keberadaannya sedikit pun. Akan tetapi, para pendakwah karbitan itu selalu menganggap diamnya kelompok ini seakan telah sirna dimuka bumi tanah air kita.

Maka tak heran, jika saat ini perlawanan kearah pergeseren budaya dan tekanan terhadap kesenian bangsa kita semakin bangkit diberbagai belahan seantero negri ini, mereka menuding bahwa ada pihak-pihak yang sengaja mengambil sempalan kewenangan yang tidak sepatutnya menonjolkan diri demi memunculkan budaya asing melalui platform keyakinan yang sama atas mayoritas penganut agama islam di indonesia. Mereka tidak rela jika budaya dan keseniannya disingkirkan begitu saja melalui indoktrinasi dalil-dalil yang sebenarnya belum menjadi kesepakatan sebagai ijma para ulama dan tokoh-tokoh adat istiadat budaya nusantara kita.

Memahami sisi agama dan menjadikan dalil-dalil yang bersumber dari kitab suci tersebut untuk dipegang secara teguh memang harus diutamakan, akan tetapi fitrah manusia untuk menjadikan dalil Aqli / akal ( ilmu pengetahuan ) sebagai upaya menyesuaikan keadaan yang menumbuhkan kembangkan harmonisasi kehidupan bagi merawat Toleransi /tasamuh juga sama pentingnya bagi keberagaman dan saling menerima antar sesama umat beragama dan budaya-budaya nasional serta kesenian asli sebagai kearifan lokal pun tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Fakta inilah yang harus dikedepankan bagi kelangsungan bagaimana sikap berbangsa dan bernegara secara baik dan bijaksana.

Negara dengan segenap kewenangan dan kedaulatannya memang menciptakan UUD45 dengan segenap aturan konstitusi yang ada untuk menjadi tegak dan kokoh serta terlindungi untuk menjaga kewibawaannya dari gangguan pengaruh asing dan bangsanya sendiri, namun bukan berarti negara tersebut menggunakan hukum untuk mencari-cari alasan guna menghukum siapapun demi pengaruh dan penegakan hukum yang diberlakukan tanpa alasan yang kuat sehingga menciptakan kekacauan baik secara internal atau pun eksternal, oleh karena tugas hukum hanya menjaga keadilan dan prilaku setiap warga negara untuk tidak menciptakan pelanggaran dan dipatuhi sebagaimana mestinya.

Sehingga pemberlakuan dalil-dalil Naqli sebagaimana yang dikumandangkan oleh para pendakwah yang melihat sisi persoalan budaya dan kesenian yang dianggap bertentangan hanya melalui tafsir dangkal dari kedangkalan pemahaman dalil yang disampaikan oleh para pendakwah tersebut hendaknya merujuk pada Ijma ulama agar lebih mengedepankan penyesuaian iklim kehidupan bagi masyarakat indonesia. Kita memang membutuhkan agama dalam tatanan berbangsa agar memperoleh moralitas masyarakat yang beretika dan memiliki kesantunan dalam adab dan prilakunya, namun jangan sampai keberadaan agama justru menciptakan kegaduhan yang menjadi kontra produktif bagi pembangunan bangsa dan negara ini.

JANGAN MENJADIKAN AGAMA SEBAGAI ALASAN KEMARAHAN DAN MENYERETNYA UNTUK BERLAKU INTIMIDATIF TERHADAP ORANG LAIN

 


2/03.2022

JANGAN MENJADIKAN AGAMA SEBAGAI ALASAN KEMARAHAN DAN MENYERETNYA UNTUK BERLAKU INTIMIDATIF TERHADAP ORANG LAIN
Penulis : Andi Salim

Ada pengertian bahasa yang sering kita dengar seperti diamankan yang berarti dipenjara, ditertibkan yang disamakan dengan pengertian ditutup atau diberantas. Hal itu sering kita temui pada jaman orde baru hingga mendengar kata tersebut seakan-akan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat pasca kata-kata tersebut dilabelkan embel-embel apa yang menjadi tujuan dari tindakan yang akan diambil pemerintah yang dianggap otoriter pada masa itu. Sehingga sampai saat ini, begitu alergi dan traumanya dari orang yang pernah hidup pada jaman orde baru tersebut hingga saat ini.

Dipilihnya kata penertiban sesungguhnya berkonotasi pada tindakan untuk memperbaiki. Sehingga makna dari kata ketertiban adalah menjadikan suatu keadaan agar serba teratur secara baik yang ditujukan demi kebaikan bersama. Sedangkan ditutup atau diberantas adalah pengertian negatif yang tidak memiliki keterkaitan dengan tujuan dari penertiban suatu keadaan. Jika pada masa lalu kata penertiban ini sering dikonotasikan buruk, namun pada era pasca reformasi, hal itu tidak lagi berkonotasi yang sama, bahkan generasi muda saat ini berbeda dalam hal penangkapan dari makna kata tersebut.

Terkait akan hal itu, mencermati surat edaran yang mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan mushala dari aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushala, yang ditanggapi secara beragam oleh sebagian masyarakat. Dimana Penggunaan pengeras suara di masjid dan mushala merupakan kebutuhan bagi umat Islam sebagai salah satu media syiar Islam di tengah masyarakat. Namun pada saat yang sama, masyarakat Indonesia pun terdiri atas keberagaman, baik dari sisi agama, keyakinan atau latar belakang.

Semestinya hal itu ditanggapi secara positif, mengingat bahwa surat edaran tersebut justru diperlukan sebagai upaya untuk merawat persaudaraan dan harmonisasi sosial atas penertiban dari penggunaan pengeras suara tersebut. Apalagi gagasan ini telah lama direncanakan termasuk pada masa Jusuf Kalla ketika beliau menjabat wakil Presiden. Hal ini dilakukan guna merespon atas berlebihnya volume penggunaan pengeras suara tersebut hingga melampaui objektifitas kebutuhan sebagai alat syiar bagi umat islam indonesia dalam menyampaikan berbagai keperluan melalui penggunaan alat pengeras suara ini.

Sontak saja hal ini menjadi viral dan kita mendapati serbuan dari berbagai kalangan netizen yang bersarang di media sosial untuk menyudutkan dan mendeskreditkan bahkan meminta agar menteri agama segera dilengserkan guna menghentikan tindakannya terhadap situasi ini yang menyandingkan hal itu sebagai gong-gongan anjing yang tidak pantas diaejajarkan dengan Toa mesjid atau Mushala tersebut. Keberanian menteri agama Yaqut Cholil Quomas dalam menyentuh aspek instrumen islam ini dianggap luar biasa oleh sebagian pihak terutama dari kalangan islam moderat dan sebagian non muslim tentunya.

Namun hal itu tidak sama bagi mereka yang berasal dari kelompok islam fanatik yang konservatif. Dimana mereka sering menjadikan basis massa untuk selalu meraup keuntungan dengan membangkitkan sentimen primordialisme, serta menjual kebencian dan permusuhan terhadap kelompok lain yang dianggap atau diklaim merugikan kepentingan pihak mereka apalagi menyeret agama sebagai isu yang seksi untuk dimainkan, melalui protes dan demonstrasi massa yang tentu saja target utamanya adalah penguasa atau rezim pemerintah yang sedang berkuasa saat ini. Maka tidak heran jika kita melihat bahwa naiknya aksi protes itu datangnya dari daerah-daerah yang merupakan basis kekuatan mereka tentunya.

Mereka tidak segan-segan melakukan cara-cara intimidasi dan persekusi manakala keberpihakan masyarakat dapat terbangun dan menjadi kekacauan yang memberi peluang keuntungan dari bola panas yang dipermainkan. Padahal, penertiban Toa dari penggunaannya tidaklah merupakan instrumen pokok yang dilihat sebagai landasan pergerakan islam satu-satunya, bahwa berkembangnya suatu ajaran bukan terletak dari peralatan dan perlengkapan layaknya alutsista dan peralatan perang yang harus dimiliki oleh suatu negara. Sehingga sisi penertiban bagi kebaikan bersama dan menampakkan bahwa islam memang mampu menjangkau sikap Toleransi yang baik tentu menjadi penentu bagi percaturan islam dimasa yang akan datang.

Disamping itu, islam pun harus mampu menerima kritik serta ujian jaman dari relevansinya terhadap perubahan sosial dan technology untuk mampu beradaptasi bagi perkembangan iklim global dan era digitalisasi saat ini, tanpa kemampuan itu, maka mustahil islam akan bertahan dari gempuran pergeseran keadaan yang dimasa mendatang sangat bersifat komplek dan multi kultural. Oleh karenanya, kita membutuhkan kemampuan islam yang terbuka dan adaptif dari segala kemungkinan perubahan yang tidak dapat dibendung jika hanya mengandalkan pola-pola konservatif yang mempertahankan keaslian budaya masa lalu.

Walau sebagian hal itu tetap dibutuhkan, apalagi harus pula kita akui bahwa tarikan pada perubahan tidak selamanya dibiarkan secara bebas untuk mempengaruhi umat, akan tetapi sebagian lainnya pun harus pula dapat berakselerasi pada perubahan jaman jika terdapat hal-hal positif yang mendulang ketertarikan masyarakat pada budaya baru untuk selanjutnya disesuaikan dengan aturan agama agar berakselerasi secara bijaksana layaknya penggunaan media sosial masyarakat saat ini yang tak dapat dihentikan oleh siapapun termasuk oleh kekuatan dan kewenangan yang dimiliki suatu negara.

Senin, 20 Februari 2023

PERUBAHAN PRILAKU MASYARAKAT MENYERET SURUTNYA BUDIDAYA KEJUJURAN DAN NASIONALISME

27/04/2022

PERUBAHAN PRILAKU MASYARAKAT MENYERET SURUTNYA BUDIDAYA KEJUJURAN DAN NASIONALISME
Penulis : Andi Salim

Benih kejujuran di indonesia layaknya bibit lobster yang telah habis terjual dikarenakan banyak yang meliriknya sebagai komoditi yang menguntungkan, disamping itu kejujuran pun dianggap penghalang bagi upaya kelompok lain dalam menyebarkan pahamnya untuk memasarkan ideologi lain selain Pancasila. Dari hal semacam ini, maka tak heran imbasnya yang berdampak pada semakin langkanya habitat nasionalisme bagi bangsa, dimana sadar atau tidak kita pun menjadi pihak yang telah hijrah dari tujuan semula, yang tidak lagi mandang penting untuk mencintai dan menyayangi bangsa ini seutuhnya.

Jika dahulu, khususnya era sewaktu Indonesia yang baru mengalami kemerdekaannya, mayoritas dari bangsa kita masih berada digaris atau bahkan dibawah garis kemiskinan. Namun terdapat kebanggaan tersendiri ketika melihat ada pejabat yang menjalani hidupnya secara sederhana, pengertian hidup sederhana itu dipahami sebagai keadaan yang serba pas-pasan atau malah sedikit kekurangan. Artinya, siapa pun yang menjadi pejabat atau aparatur negara dimasa itu tentu banyak yang merasakan kehidupan yang sedemikian rupa. Sebut saja Kapolri yang masyhur namanya, yaitu Jendral Hugeng, dengan jabatan tinggi yang didudukinya, namun tetap sederhana dalam menjalani kehidupannya.

Pemahaman yang sering mengidentikkan antara kejujuran yang menyebabkan seseorang menjadi hidup serba pas-pasan, serta disematkannya kejujuran dari seorang pejabat negara itu sebagai bentuk pengabdian dan pelayan publik semata, maka sudah barang tentu mereka di cap sebagai pengemban amanat kebangsaan atau memiliki sikap Nasionalisme yang tinggi tentunya. Sikap dan pendirian orang-orang semacam ini menjadi panutan dan sangat disegani baik kawan maupun pihak-pihak lain yang mencoba menggoyahkan sikapnya. Tak jarang pada tahapan realitas, seorang ulama dan tokoh masyarakat sekalipun menjadi hormat kepada mereka yang berpendirian semacam itu.

Sering didapati jika para pejabat itu menggeluti pekarangannya untuk bercocok tanam, seperti menanam sayuran atau buah-buahan. Walau dilahan yang sempit, namun cara itu mereka lakukan demi membantu kebutuhan yang harus dibeli dengan uang gaji yang tidak seberapa itu. Tidak jarang pula para istri pejabat itu pun banyak dijumpai sebagai sosok yang pandai menjahit agar pakaian yang dikenakan menjadi tahan lama dan semakin awet pula untuk dipakai, serta mereka menjadi pintar memasak dari bahan-bahan yang serba terbatas untuk dijadikan panganan dan lauk pauk guna memenuhi kehidupan sehari-harinya. Tentu saja penyesuaian itu pun dilakukan termasuk pada pertumbuhan putra-putrinya.

Jika dahulu aktifitas ibu-ibu pejabat tersebut digeluti oleh kegiatan PKK sebagai edukasi bagi penyesuaian penghasilan para istri Aparatur Negara, maka pada jaman sekarang ini, para istrinya justru lebih banyak mengisi kegiatan sebagai ajang adu gengsi untuk menampilkan siapa yang lebih kaya dan lebih berkuasa. Maka pakaian yang dikenakan pun harus matching / atau selaras antara pakaian atasan dan bawahan, bahkan sendal atau sepatunya pun demikian pula. Termasuk pada Perpaduan warna baju dan jilbab yang harus disesuaikan secara tepat. Pasalnya, jika salah memadukan warna baju atau pakaian serta hijab yang dikenakan, maka penampilan jadi terlihat tidak matching atau tidak stylish jadinya.

Tentu saja kebutuhan akan keuangan serta peningkatan sarana kehidupan menjadi hal yang tak terelakkan, para suami atau istri yang berkerja sebagai ASN itu pun berlomba-lomba mencari tambahan guna menunjang eksistensinya. Akan tetapi, bukannya bercocok tanam dari halaman rumahnya yang terbatas untuk mendapatkan tambahan lebih atau sekedar menekan biaya kebutuhan dapurnya, ternyata mereka justru mencari tambahannya ditempat-tempat kerja mereka dengan cara melakukan pungli atas layanan yang semestinya wajar tanpa kecuali, lalu menjadi sesuatu yang dimungkinkan untuk mendatangkan pundi-pundi tambahan dengan memberikan servis kemudahan dan percepatan penyelesaian layanan publik.

Jargon pelayanan yang semestinya JIKA BISA DIPERMUDAH MENGAPA HARUS DIPERSULIT, kini berganti menjadi JIKA BISA DIPERSULIT KENAPA HARUS DIPERMUDAH, sontak saja celah ini menjadi strategi busuk dari mereka yang haus akan tambahan penghasilan dari caranya yang merugikan masyarakat. Bahkan yang lebih mengherankan kita semua, bahwa mekanisme perijinan yang sesungguhnya mendatangkan keteraturan dan wujud tertib administrasi masyarakat agar segalanya dapat menjadi informasi bagi kebijakan pemerintah yang mudah mengontrol dan mengambil kebijakan dari program-program yang dibutuhkan, kini justru terhambat dan segalanya menjadi tidak pasti dan mengalami perlambatan.

Negara harus mengembalikan kejujuran itu sebagai nilai yang dihormati sehingga kejujuran tersebut dapat mendatangkan sikap Nasionalisme yang tinggi diatas keterbukaan dan strategi layanan publik yang dijalankan. Pemberian penghargaan dan pengabdian yang tinggi harus dilandasi pada keadaan dimana para penerima penghargaan itu hidup secara sederhana dan telah melakukan penyesuaian dirinya terhadap kedudukan yang telah atau pernah diembannya selama bertugas. Sehingga masyarakat tidak melihat bahwa kepintaran dan sikap kritis yang justru menjadi alasan kenapa penghargaan negara itu dapat diperoleh seseorang.

Presiden Joko Widodo pernah memberikan penghargaan Bintang Mahaputera Nararya kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Hal itu dinilai Jokowi melalui pertimbangan yang matang melalui dewan tanda gelar dan jasa. Jokowi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan meski pun Fadli Zon dan Fahri memiliki pandangan politik yang berbeda. "Ini bukan berarti kita ini bermusuhan dalam berbangsa dan bernegara. Ini lah yang namanya negara demokrasi," ujar Jokowi setelah memberikan penghargaan di Istana Negara, pada Kamis (13/8/20). Tanpa mengurangi rasa hormat dan dukungan kita kearah pemerintah saat ini, namun kita sangat menyayangkan, mengapa para pengkritik sampah itu justru memperoleh penghargaan dimana masih banyak yang jujur dengan sikap Nasionalismenya yang tinggi, justru tidak mendapat radar penghargaan tersebut.
 

TOLERANSI INDONESIA MENGUCAPKAN SELAMAT MERAYAKAN HARI KENAIKAN ISA AL-MASIH

26/05/2022

TOLERANSI INDONESIA MENGUCAPKAN SELAMAT MERAYAKAN HARI KENAIKAN ISA AL-MASIH

Salam sejahtera dan penuh kasih diantara kita semua. Hari ini adalah hari peringatan atas Kenaikan Isa Al-Masih, dimana peristiwa yang terjadi 40 hari setelah Kebangkitan Yesus. Seperti yang dicatat dalam Perjanjian Baru pada Alkitab umat Kristiani, Yesus Kristus terangkat naik ke langit untuk memasuki kerajaannya. Pada tahun ini, Kenaikan Isa Al-masih jatuh pada Kamis, 26 Mei 2022 yang dirayakan diseluruh dunia.

Perayaan Kenaikan Isa Al-masih selalu jatuh pada hari Kamis dan merupakan hari dimana umat Kristiani merayakan kenaikan Jesus Kristus ke surga seperti yang tertulis dalam Al Kitab. Hari raya ini pun ditetapkan sebagai hari libur nasional di seluruh Indonesia. Meskipun 90 persen populasi penduduk Indonesia beragama Muslim, Kenaikan Isa Al-masih ditetapkan sebagai salah satu hari libur nasional, dan Tradisi perayaan Kenaikan Isa Al-Masih ini tentu diperingati oleh semua umat Kristen dan Katolik di Indonesia. Bagi penganut agama Kristen dan katolik peristiwa puncak dari acara ini adalah 40 hari setelah Paskah.

Menghadiri Misa di Gereja Kristen dan katolik merupakan salah satu kegiatan yang seringkali dilakukan di hari Raya Kenaikan Isa Al-masih di Indonesia. Semoga perayaan dari peringatan atas kenaikan Isa Al-Masih yang jatuh pada hari ini menyemaikan rasa damai dan kasih, serta sikap Toleransi yang tinggi ditengah pergaulan kita semua.sehingga hubungan yang harmonis senantiasa terjalin diantara kita selaku masyarakat bangsa Indonesia.

Selamat merayakan hari kekhususan ini, semoga Gerakan Toleransi Indonesia ini senantiasa melandasi niat dan sikap dari kita semua.
Ttd

Andi Salim
Ketum GTI
 

Minggu, 19 Februari 2023

MEMBANGGAKAN DIRI SENDIRI BERPOTENSI MERENDAHKAN KEMAMPUAN ORANG LAIN

6/6/2022

MEMBANGGAKAN DIRI SENDIRI BERPOTENSI MERENDAHKAN KEMAMPUAN ORANG LAIN
Penulis : Andi Salim

Jika kita berbicara mengenai kehidupan seseorang, maka kita akan menemukan bagaimana seseorang menempuh hidup yang dialaminya yang tentu berpengaruh pada sikap dan cara pandang seseorang serta kebiasaan tertentu yang terbawa hingga dewasa. Sederet pengalaman masa lalu yang menyertai tumbuh kembangnya pun merupakan faktor dalam menjalani disiplin hidupnya saat ini, latar belakang seperti keluarga, pendidikan, maupun lingkungan tempat asal, adalah bagian dari kenangan bagi seseorang dalam mengambil pelajaran untuk menunjang perjalanan kehidupan dimasa selanjutnya.

Dalam kaitannya dengan proses pertumbuhan seseorang, maka perlu adanya pembinaan agama yang intensif dari kedua orang tua dahulu. Oleh karenanya para orang tua yang justru memikul tanggung jawab untuk mendidik, membimbing dan mengarahkan anak-anaknya agar nantinya mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya. Untuk itu seorang anak harus dibekali dengan ilmu pengetahuan, wawasan dan yang paling penting lagi adalah membekalinya dengan akhlak yang sebaik mungkin, sebab baik buruknya penilaian atas seorang anak sangat bergantung pada pendidikan oleh orangtuanya.

Selanjutnya, perkembangan seseorang akan dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor hereditas dan faktor lingkungan. Faktor hereditas merupakan faktor dari luar yang diwarisi dari orang tuanya, sedangkan faktor lingkungan merupakan faktor luar yang ikut mempengaruhi perkembangannya. Proses-proses tersebut berkembang secara menyeluruh yang saling mempengaruhi antara proses yang satu dengan yang lain. Disinilah segalanya menjadi awal bagaimana seseorang tersebut mulai menentukan sikap dari proses memilih yang dilakukannya.

Peranan kecerdasan emosional membuat seseorang mampu mengenali dan menguasai kemampuan, kekuatan, serta kelemahan dan batasan dirinya, sehingga seseorang mampu mendengar, menerima dan menjalankan kritik dari orang lain, serta mampu mengontrol emosi dan tindakan dengan baik serta memahami kapan harus mengeluarkan emosinya, memotivasi dirinya dalam melakukan sesuatu. Selain itu, seseorang menjadi perduli dan tulus dalam berhubungan dengan siapapun untuk bernegosiasi dan berkomunikasi guna membangun relasi dengan baik.

Sadar atau tidak setiap karakter tersebut juga dapat mempengaruhi bagaimana diri seseorang beradaptasi dalam dunia kerjanya yang tengah meniti karir dan pada akhirnya memunculkan gambaran sederhana bagaimana karakter masa lalu ikut membangun personal dirinya selama bekerja. Bekal dari pengalaman dari mengatur beberapa orang untuk mewujudkan visi dan misi yang disepakati membuat seseorang terbiasa menghadapi kondisi yang sulit. Semakin banyak pengalaman yang dimiliki seseorang, maka semakin banyak pula kemampuan leadership yang di miliki. Hal inilah yang menjadi modal utama untuk dapat diandalkan saat meniti karir dalam berorganisasi

Seseorang tentu ingin dikenal oleh orang lain, baik pribadi maupun keahliannya, serta memikirkan bagaimana membangun citra dirinya di hadapan publik melalui personal branding yang bisa memasarkan karier, pengalaman, dan juga dirinya sendiri sebagai sebuah merek. Terlepas dari profesi seseorang, dalam dunia bisnis personal branding sangat diperlukan dan memiliki pengaruh kuat. Hal ini membantu individu lebih mudah dikenal dan dipercaya oleh orang lain. Yang mana personal branding dibentuk dan didasarkan pada nilai yang tertanam dalam diri individu tersebut.

Secara sederhana personal brand dipahami sebagai identitas yang merepresentasikan kepakaran, keunggulan, keterkenalan, dan kualitas seseorang. Namun bukan pada sikap mental dan perbuatan yang merasa dirinya lebih besar, lebih tinggi, lebih pandai, atau lebih segalanya dan memandang orang lain lebih rendah darinya. Perlu disadari bahwa keadaan saat ini berbeda dengan jaman dahulu, Kemajuan teknologi dan instrumen yang mengikutinya memungkinkan personal branding menjadi kebutuhan dan terbuka bagi semua orang. Setiap orang yang sadar akan hal itu, tentu dapat dengan mudah menggunakan setiap akses dan fasilitas yang tersedia untuk membangun personal brand-nya.

Setiap orang adalah pribadi yang unik dan memiliki keotentikannya masing-masing, sehingga tidak perlu membanggakan dirinya, apalagi merendahkan kemampuan orang lain demi menonjolkan diri sendiri, apalagi meniru kepribadian dan menjadi sosok seperti orang lain, kepribadian sendiri cukup memberikan potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai personal branding khususnya pada ruang bermedia sosial. Jika Anda bukan seorang yang ustadz jangan memaksakan diri untuk menceramahi orang lain. Tampilkanlah citra diri sesuai apa adanya, maka orang lain akan dengan mudah mengenali diri kita apa adanya.
 

TAHUN POLITIK MEMPENGARUHI TURUNNYA KINERJA PEMERINTAH

TAHUN POLITIK MEMPENGARUHI TURUNNYA KINERJA PEMERINTAH Penulis : Andi Salim 05/06/2023 Apa yang terbersit di pikiran masyarakat ketika memas...